Archive

Archive for the ‘berita dalam negeri’ Category

BPPT Segera Operasikan Pesawat Pengintai Teroris

November 11, 2009 12 comments
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada 2010 segera mengoperasikan pesawat terbang mini tanpa awak yang disebut Puna sebagai pendukung pertahanan keamanan nasional dan pengintai teroris.
Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman mengatakan, BPPT sudah melakukan penelitian dan berhasil mengembangkan Puna sebagai pesawat pengintai dari udara terhadap apa yang sedang terjadi di darat dan laut. Puna nantinya akan digunakan oleh militer dan aparat kepolisian Indonesia dalam melakukan penyusupan terhadap aktivitas di daerah rawan konflik. “Puna juga melakukan pengintaian terhadap teroris yang sedang bersembunyi di lokasi yang sulit dijangkau,” kata Kusmayanto di Tangerang, Banten, Sabtu (17/10).
Puna juga dilengkapi kamera mini untuk memotret kejadian di lapangan dan melaporkan kepada pihak terkait sebagai barang bukti. Dia mengatakan, Puna saat ini sedang dalam tahap proses pembuatan akhir dan akan dioperasikan pada 2010. “Kita ingin menunjukan Puna buatan peneliti Indonesia bisa digunakan sebagai pendukung keamanan nasional, jadi tidak harus dibeli dari luar negeri,” ujar Menristek seperti dikutip ANTARA.

Sementara itu, Direktur Pusat Teknologi Industri Pertahanan Keamanan BPPT Joko Purwono menyatakan, Puna dapat mencapai ketinggian di udara hingga 120 kilometer. Puna merupakan pesawat otonomos dilengkapi kamera pengintai dan tidak dikontrol melalui remote.

Joko menambahkan, Puna memiliki panjang badan empat meter dan panjang sayap tujuh meter dengan jangkau ketinggian yang cukup di atas udara. “Puna akan diproduksi tahun depan oleh PT Dirgantara Indonesia, untuk saat ini pesawat tersebut sedang dalam proses penyempurnaan,”ujar Joko.

Selain itu, kata Joko, BPPT juga mengembangkan dua pesawat pengintai mini tipe lain yakni pesawat Sriti seberat 10 kilogramdan pesawat pengintai yang dinamai Alap-Alap dengan berat 25 kg, untuk memantau perairan laut Indonesia.(AND)

sumber:liputan6.com

Advertisements

Mengenal gempa dan usaha pencegahan korban

October 2, 2009 20 comments
Gempa padang kemarin lagi lagi membuat Indonesia berduka, belum hilang ingatan kita tentang gempa Tasikmalaya dan beberapa gempa sebelumnya yang merenggut banyak jiwa. Indonesia merupakan sebuah daerah yang merupakan pertemuan beberapa lempeng yang pada akhirnya menimbulkan gesekan gesekan antar lempeng yang berdampak gempa, selain itu posisi kita pada “ring of fire” juga bisa menjadi triger untuk aktivitas gunung berapi yang begitu banyak tersebar di Indonesia. Tatanan geologi wilayah Indonesia saat ini terjadi sebagai akibat interaksi 3 lempeng utama dunia, yaitu Lempeng Samudra Pasifik yang bergerak ke arah barat-baratlaut dengan kecepatan sekitar 10 cm per tahun, Lempeng Samudra India-Benua Australia (Indo-Australia) yang bergerak ke utara-timur laut dengan kecepatan sekitar 7 cm per tahun, serta Lempeng Benua Eurasia yang relatif diam, namun resultante sistem kinematiknya menunjukkan gerakan ke arah baratdaya dengan kecepatan mencapai 13 cm per tahun.

Ring Of fire

Hasil interaksi lempeng-lempeng tersebut menyebabkan terjadinya berbagai peristiwa geologi, salah satunya kegiatan magmatik dan terbentuknya zona-zona kegempaan dengan intensitas tinggi. Selain dikarenakan pergerakan antar lempeng, terjadinya gempa juga berkaitan dengan keberadaan sesar aktif yang membentang di beberapa wilayah, di antaranya sesar Sumatera, sesar Palu, sesar di Papua, atau sesar yang lebih kecil seperti sesar Cimandiri, Jawa Barat.

Fakta dan data gempa padang
Dari data yang ada, pada jalur Sumatera (andalas) telah terjadi beberapa gempa besar antara lain : Gempa Aceh yang di ikuti tsunami dengan kekuatan 8.9 SR (26 desember 2004), Gempa Nias dengan kekuatan 8.2 SR (28 maret 2005), Gempa padang dengan kekuatan 7.4 SR (10 April 2005), Gempa Indramayu dengan kekuatan 7.5 SR (9 agustus 2007), Gempa bengkulu dengan kekuatan 7.9 SR (12 september 2007), Gempa padang dan Jambi 7.7 SR (13 september 2007), Gempa di simeulue, sinabang, NAD dengan kekuatan 7.3 SR (20 februari 2008), Gempa di bengkulu dan kep. Mentawai dengan kekuatan 7.2 SR, Gempa di tasikmalaya dengan kekuatan 7.3 SR, serta gempa padang kemarin berkekuatan 7.6 SR, dan menurut ramalan akan ada gempa besar lagi dengan kekuatan 8.9 SR.

bumi/daratan yang kita pijak ini tak ubahnya seperti perahu yang berada diatas lautan magma (core atau inti bumi) lempeng inilah yang saling berdesakan satu sama lain dan menimbulkan gempa

lempeng lempeng yang ada di sekitaran sumatera

Kita yang hidup di Indonesia sepertinya harus lebih Aware lagi dengan gempa dan tsunami, mengingat keadaan geologis kita berkata seperti itu, mungkin kita perlu belajar banyak pada Jepang, sebuah negeri yang tiap tahun nya tak kurang diguncang 400 kali gempa mengenai kesiapan warga menghadapi gempa sampai konstruksi anti gempa mereka. berikut ada tips yang perlu kita lakukan apabila terjadi gempa bumi.

1. Ambil posisi di samping benda keras seperti sofa atau lemari atau berbaringlah disebelah tempat tidur (jangan dibawah tempat tidur). hal ini dianjurkan karena jikalau beton atau reruntuhan menimpa maka posisi jatuh akan menimpa benda itu dan akan menyisakan sedikit ruang bagi anda untuk survive dan menunggu bantuan.
2. Rumah berbahan kayu lebih aman karena memilik konstruksi yang lentur dan cenderung aman apabila terjadi gempa karena banyak menyisakan ruang kosong.
3. Bila saat anda berkendara di tengah gedung gedung tinggi maka resiko tertimpa reruntuhan akan semakin besar, segera keluar dari mobil anda dan berbaring tepat disamping kendaraan karena bila sesuatu meremukkan kendaraan anda maka akan menyisakan ruangan sekitar 1 meter dan itu cukup bagi anda untuk selamat dan menunggu pertolongan, Ingat, disamping kendaraan bukan di kolong kendaraan.
4. Bila berkerja di perkantoran tinggi, saat menyelamatkan diri janganlah menggunakan Tangga, karena tangga memiliki momen frekuensi yang berbeda dan tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama.
5. berdirilah di dekat dinding paling luar dari bangunan atau disebelah luarnya jika memungkinkan. akan lebih aman untuk berada di sebelah luar bangunan daripada di dalam nya. semakin jauh anda dari ruang luar bangunan akan semakin besar kemungkinan jalur menyelamatkan diri anda tertutup.
6. Bila ada peringatan gempa akan disusul Tsunami, jauhi daerah pantai dan cari tempat yang lebih tinggi untuk menyelamatkan diri.
7. Pada saat gempa banyak yang berlari ketengah jalan raya, berhati hatilah, memang di anjurkan meringkuk tapi bahaya akan kendaraan yang diparkir tiba tiba berjalan dengan sendiri terkena efek gempa sangat berbahaya. saya sendiri pernah mengalami saat gempa besar dan teman saya nyaris tertabrak mobil yang tiba tiba mundur, carilah tempat terbuka lain yang lebih aman, seperti tanah lapang.
8. Bagi teman yang berada di daerah pegunungan, waspadai longsor, hal ini belajar dari kejadian Tasikmalaya kemarin.
9. Jangan panik, sebenernya ini yang utama, pada kasus gempa Padang kemarin, pengunjung yang berada di Mall andalas, nyaris memenuhi satu pintu keluar sehingga kemungkinan akan terinjak injak atau terjepit sesama pencari selamat lain nya akan semakin besar, usahakan menghapal letak pintu keluar/masuk pada mall yang kita kunjungi sebagai usaha jaga jaga bila terjadi gempa.

sekedar tambahan saya sertakan artikel saya sebelum nya, yang saya rasa mungkin berguna untuk pengetahuan kita mengenai Skala gempa, skala gempa terdiri dari level 1 sampai dengan 12, berikut penjelasan nya.

Intensitas gempa bumi terungkap kekuatannya dengan menggunakan Skala Richter angkanya berkisar antara 1,5 hingga 10. Angka-angka ini menun-jukkan kerasnya gempa bumi dan kerusakan yang terjadi setelah gempa bumi tersebut. Skala Richter, yang dikembangkan pada tahun 1935 oleh seorang ahli gempa bumi, Charles Richter, bersifat logaritma, yang berarti bahwa masing-masing keseluruhan angka berturut-turut mencerminkan meningkatnya kekuatan dan intensitas sepuluh kali lipat. Meskipun skala Richter tidak lagi banyak digunakan oleh para ahli gempa bumi (teknologi pada masa kini memberikan pencatatan aktivitas gempa bumi secara jauh lebih rinci dan akurat), umumnya kekuatan gempa bumi masih diungkapkan dengan menggunakan skala Richter yang tidak asing lagi.
Sistem lain yang digunakan untuk melukiskan intensitas gempa bumi adalah skala Intensitas Gempa Bumi Mercalli, yang dikembangkan pada tahun 1902 oleh seorang ahli gempa bumi berkebangsaan Italia, Giuseppe Mercalli. Meski telah usang, gambaran akan efek gempa bumi dalam dua belas tingkat pada wilayah berpenduduk yang disusun oleh Mercalli mampu melukiskan kerusakan yang terjadi pada berbagai tingkat intensitas gempa secara akurat. Tingkat-tingkat tersebut dicakupkan berikut ini untuk tujuan penggambaran. Intensitas di atas angka 9 digolongkan sebagai bencana besar.

Skala Mercalli

Level I: (Tingkat 2 dalam Skala Richter) Pada umumnya tidak dirasakan oleh manusia, tetapi bisa tertangkap oleh para ahli gempa bumi. 


Level II: (Tingkat 2 dalam Skala Richter) Dirasakan oleh sedikit orang. Beberapa benda seperti lampu gantung akan terayun. 

Level III: (Tingkat 3 dalam Skala Richter) Dirasakan oleh sedikit orang yang sebagian besar berada di dalam ruangan. Tingkat ini dilukiskan seperti getaran yang dirasakan saat sebuah truk sedang melintas. 

Level IV: (Tingkat 4 dalam Skala Richter) Dirasakan oleh banyak orang yang berada di dalam ruangan, tetapi hanya sedikit sekali orang yang berada di luar ruangan bisa merasakannya. Kaca-kaca jendela, piring-piring, dan pintu-pintu berderak. 

Level V: (Tingkat 4 dalam Skala Richter) Dirasakan oleh orang-orang baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Orang-orang yang sedang tidur ter- bangun; benda-benda kecil yang tidak stabil akan jatuh dan pecah; pintu-pintu bergerak. 

Level VI: (Tingkat 5 dalam Skala Richter) Dirasakan oleh semua orang. Beberapa perabot yang berat mungkin bergerak; orang-orang berjalan dengan goyah; kaca-kaca jendela pecah; piring-piring jatuh dan pecah; buku-buku jatuh dari rak; semak-semak dan pepohonan tampak berguncang. 

Level VII: (Tingkat 5-6 dalam Skala Richter) Sulit untuk tetap dalam posisi berdiri, dan terjadi kerusakan menengah hingga parah pada gedung-gedung yang tidak dibangun dengan baik. Plester, ubin, bata akan goyah, dan batu- batu akan berjatuhan; akan terjadi tanah longsor dalam skala kecil di lereng-lereng; air menjadi buram saat endapan bergejolak. 

Level VIII: (Tingkat 6 dalam Skala Richter) Sulit untuk mengendalikan mobil. dan terjadi kerusakan pada cerobong-cerobong asap, monumen-monumen, dan menara-menara. Tangki-tangki air yang berada di tempat tinggi terjatuh. dahan-dahan pepohonan patah; lereng-lereng yang curam retak. 

Level IX (Tingkat 7 dalam Skala Richter) Terjadi kerusakan yang meluas pada gedung-gedung; fondasi-fondasi retak; terjadi kerusakan serius pada waduk- waduk; pipa-pipa di bawah tanah pecah. 

Level X (Tingkat 7-8 dalam Skala Richter) Sebagian besar gedung. struktur-struktur kerangka, dan fondasi-fondasi hancur. Terjadi sejumlah tanah longsor yang besar; air meluap dari tepi-tepi sungai dan danau-danau; di beberapa tempat rel kereta api melengkung. 

Level XI (Lebih dari tingkat 8 dalam Skala Richter) Hanya sedikit gedung yang masih berdiri; jalur-jalur rel kereta api melengkung dengan hebat; banyak jembatan yang hancur; pipa-pipa di bawah tanah sama sekali tidak bisa berfungsi 

Level XII (Lebih dari tingkat 8 dalam Skala Richter) Nyaris mencapai kehancuran total. Batu-batu besar berpindah dari tempatnya; benda-benda terlempar dengan ganasnya ke udara.

Scala Richter

sedangkan menurut Scala Richter terdapat 7 level pengukuran intensitas gempa antara lain sebagai berikut:
1,0 – 3,0     Tidak diberi label oleh manusia.
3,0 – 3,9     Dirasakan oleh masyarakat di sekitar pusat gempa. Lampu gantung mulai goyang.
4,0 – 4,9     Terasa sekali getarannya. Jendela bergetar san bergeruruk, permukaan air beriak-riak, daun pintu terbuka-tutup sendiri.
5,0 – 5,9     Sangat sulit untuk berdiri tegak. Porselin dan kaca pecah, dinding yang lemah pecah, lepas dari batu bata, dan permukaan air di daratan terbentuk gelombang air.
6,0 – 6,9     Batu runtuh bersama-sama, runtuhnya bangunan bertingkat tinggi, rubuhnya bangunan lemah, ketekan di dalam tanah.
7,0 – 7,9     Tanah longsor, jembatan roboh, bendungan rusak dan hancur. Beberapa bangunan tetap, keretakan besar di tanah, trek kereta api bengkok. Terjadi kerusakan total di daerah gempa.
8,0 – keatas    Dapat menyebabkan kerusakan serius di beberapa daerah dalam radius seratus kilometer dari wilayah gempa.

Demikian artikel ini semoga bermanfaat bagi teman teman semua, karena mencegah dan mengetahui sebuah kasus akan lebih baik sebelum semua terjadi dan merenggut korban, bagaimana pun nyawa memang di tangan Tuhan namun kita sebagai manusia tidaklah boleh pasrah dengan keadaan.

Bom menguncang (lagi) di Indonesia

July 17, 2009 7 comments

Tadi pagi saya mendapatkan Sms dari seorang teman yang isinya mengabarkan untuk segera melihat berita di televisi karena ada berita ledakan bom di Hotel Ritz Carlton dan J.W Marriot sekitar pukul 8.00 wib, waktu itu saya memang masih tidur, maklum semalam saya begitu “sibuk” main game sampai dini hari. Kaget itu pasti..ternyata teroris masih mengincar instalasi penting di indonesia terutama yang sering digunakan oleh ekspatriat asing. Di duga pelakunya adalah perseorangan yang merupakan indikasi ke Bom bunuh diri. Pihak TV one berhasil mendapatkan rekaman CCTV (close circuit television) dan rekaman menunjukkan bahwa seseorang berjaket hitam memakai topi dan membawa sebuah tas travel beroda berjalan ke arah restoran kemudian dalam jarak kurang dari 1 menit ( 40 menitan) bom meledak dan menewaskan 9 orang dan 41 korban luka luka ( hasil perhitungan korban sementara beberapa kantor berita).

Presiden SBY dalam pidato keprihatinan nya mengungkap kalau ada pihak pihak tertentu yang ingin merusak iklim keamanan Indonesia, karena keamanan bisa mempengaruhi berbagai hal seperti perekonomian dan pariwisata Indonesia, Presiden juga menyatakan kalau teroris tersebut mencoba mempengaruhi kerja KPU dalam menuntaskan kerja mereka di Pemilu Presiden tersebut. Intelejen yang dalam hal ini memasok sumber sumber penting menurut SBY telah memberi info kalau ada indikasi penyerangan tersebut untuk menggoyang kepemimpinan kembali SBY lima tahun mendatang, ini dibuktikan oleh SBY dengan menunjukkan data data foto dan video ( video tidak ditampilkan) yang menggambarkan SBY sedang di jadikan target tembak oleh sekelompok pria berbaju hitam dengan menggunakan pistol. Terlihat pula dalam Stop Press tersebut SBY sangat emosional dana berjanji serta bersumpah akan melakukan penyidikan cepat untuk mengusut pelaku dan memberikan hukuman yang setimpal.

Apa ada hubungannya kejadian bom tersebut untuk menggoyang kepemimpinan SBY lima tahun mendatang? atau itu murni serangan terorisme menyerang instalasi penting seperti kejadian yang (juga) menimpa J.W Marriot 6 tahun lalu? yang jelas teroris masih ada di dalam negeri kita dan kemungkinan masih akan melakukan serangan bila keamanan kita lemah. Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan keprihatinan nya pula terhadap apa yang terjadi di Ritz Carlton dan J.W Marriot namun beda dengan pernyataan SBY, JK menyatakan tidak ada sangkut pautnya dengan Pemilu dan perhitungan suara yang belum selesai.

Yang jelas dengan adanya Bom itu, pemerintah AS dan Australia telah mengeluarkan Travel warning, perdagangan di lantai bursa pun merosot dan bisa jadi pariwisata jakarta ( jakarta sedang menggencarkan promosi pariwisata nya) akan segera lesu kembali dan efek yang sangat luas pasti terjadi ke perekonomian kita karena para calon investor bisa saja menunda atau membatalkan investasinya di Indonesia, yang paling nyata saat ini adalah, pertandingan persahabatan Manchester United dan Indonesian All Star telah dinyatakan dibatalkan (konon team MU akan menginap di hotel Ritz Carlton).
Categories: berita dalam negeri

Jembatan Suramadu jembatan tahan gempa

June 14, 2009 5 comments
Berdirinya Jembatan Suramadu merupakan tonggak sejarah baru dalam pembangunan konstruksi prasarana perhubungan di Indonesia. Jembatan antarpulau sepanjang 5.438 meter yang akan diresmikan besok (10/6) itu bukan hanya yang terpanjang di Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara.
Sebagai jembatan yang menghubungkan dua pulau, sesungguhnya Suramadu (Surabaya-Madura) merupakan jembatan kedua setelah rangkaian jembatan Barelang (Batam-Rempang-Galang) yang selesai dibangun tahun 1997. Enam jembatan dengan berbagai tipe yang menghubungkan tujuh pulau kecil di Provinsi Kepulauan Riau ini merupakan landmark keberhasilan dan kemandirian anak bangsa dalam membangun jembatan antarpulau.
Sebelum Suramadu dibangun, timbul keraguan, apakah mungkin membangun jembatan di daerah patahan dan gempa? Bagaimana dengan tiupan angin di laut Selat Madura yang terkenal kencang, apakah tidak akan memengaruhi konstruksi jembatan?

Penelitian pun akhirnya dilakukan secara mendalam selama 2003-2004. Penelitian yang lebih bersifat technical study dilakukan terhadap 12 item yang kebanyakan berupa parameter tanah.
Dari sisi seismic hazard analysis, misalnya, diperoleh kesimpulan, di sekitar lokasi jembatan tidak ditemukan suatu patahan aktif. Berdasarkan katalog gempa juga tidak ditemukan gempa dengan magnitude di atas 4 skala Richter sehingga kondisi di sekitar lokasi jembatan cukup stabil.
Kajian mendalam juga dilakukan terhadap kontur dasar laut, arus air laut, serta pengaruh pasang terhadap jembatan. Ternyata semuanya sangat memungkinkan untuk dibangun jembatan yang menghubungkan dua pulau. Adapun untuk angin, berdasarkan kajian, ternyata angin yang melintang kecepatannya sekitar 3,6 kilometer per jam sampai maksimal 65 kilometer per jam.

Jembatan Suramadu yang pemancangan tiang pertamanya dilakukan pada 20 Agustus 2003 oleh Presiden Megawati Soekarnoputri saat ini bisa tahan terhadap guncangan gempa sampai 7 skala Richter. Jembatan ini pun dirancang dengan sistem antikorosi pada fondasi tiang baja.

Karena menghubungkan dua pulau, teknologi pembangunan Jembatan Suramadu didesain agar memungkinkan kapal-kapal dapat melintas di bawah jembatan. Itulah sebabnya, di bagian bentang tengah Suramadu disediakan ruang selebar 400 meter secara horizontal dengan tinggi sekitar 35 meter.
Untuk menciptakan ruang gerak yang lebih leluasa bagi kapal-kapal, di bagian bentang tengah Suramadu dibangun dua tower (pylon) setinggi masing-masing 140 meter dari atas air. Kedua tower ini ditopang sebanyak 144 buah kabel penopang (stayed cable) serta ditanam dengan fondasi sedalam 100 meter hingga 105 meter.

”Total panjang tower sekitar 240 meter. Ini sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya,” kata Direktur Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum Hermanto Dardak.
Secara keseluruhan, pembangunan Suramadu menghabiskan sekitar 650.000 ton beton dan lebih kurang 50.000 ton besi baja. Tak heran, dinas pekerjaan umum mengklaim Suramadu sebagai megaproyek yang menghabiskan dana total mencapai Rp 4,5 triliun. Jembatan ini dirancang kuat bertahan hingga 100 tahun atau hampir menyamai standar Inggris yang mencapai 120 tahun.

Karena berada di tengah lautan, Suramadu berpotensi terkendala faktor angin besar yang potensial terjadi di tengah lautan. Untuk memastikan keamanan kendaraan yang melintas di atas Suramadu, Departemen Pekerjaan Umum akan membangun pusat monitoring kondisi cuaca, khususnya angin.
”Jika kecepatan angin sudah mencapai 11 meter per detik atau sekitar 40 kilometer per jam, jembatan harus ditutup untuk kendaraan roda dua demi keselamatan pengendara,” ujar Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto.

Jika kecepatan angin bertambah hingga 18 meter per detik atau sekitar 65 kilometer per jam, jalur untuk kendaraan roda empat akan ditutup. Langkah ini semata-mata untuk keselamatan dan kenyamanan pengendara. Adapun konstruksi jembatan akan tetap aman karena Jembatan Suramadu dirancang tetap kokoh meski ditempa angin berkecepatan lebih dari 200 kilometer per jam.
Bukan cuma kuat dari terpaan angin, Jembatan Suramadu juga didesain mampu menopang kendaraan sesuai standar as atau axle di daratan. Dengan demikian, Suramadu diperkirakan mampu menahan beban dengan berat satu as kendaraan sekitar 10 ton.

Setelah diresmikan besok, diperkirakan Jembatan Suramadu akan dilintasi 8.000-9.000 sepeda motor per hari serta sekitar 4.000 kendaraan roda empat per hari.
Jumlah ini berdasarkan perhitungan sebelumnya, kendaraan yang melintasi Ujung-Kamal dengan menggunakan kapal feri sekitar 2,4 juta sepeda motor per tahun (62 persen) serta 1,5 juta kendaraan roda empat per tahun (38 persen).

Selain bakal padat, jembatan ini pun pasti akan sangat membantu masyarakat karena waktu tempuh Surabaya-Madura bisa dipersingkat. Jika sebelumnya menggunakan feri dibutuhkan waktu sekitar 30 menit, sekarang dengan menggunakan Suramadu cukup ditempuh lima menit.
Pembangunan Suramadu dalam perjalanannya sempat menemui kendala dana. Terhambatnya pencairan dana menyebabkan pembangunan approach bridge atau jembatan pendekat sisi Surabaya sepanjang 672 meter tersendat September 2008. Pemerintah Provinsi Jawa Timur akhirnya menalangi dana pembangunan melalui Bank Jatim sebesar Rp 50 miliar sebelum dana pinjaman dari Bank Exim of China sebesar 68,9 juta dollar AS cair.

Studi pembangunan yang kurang sempurna menyebabkan perkiraan biaya pembangunan juga meleset, seperti tiang pancang jembatan yang awalnya hanya didesain setinggi 45 meter akhirnya bertambah menjadi sekitar 90 meter. Karena itu, dari estimasi awal nilai kontrak sebesar Rp 4,2 triliun, biaya pembangunan akhirnya membengkak hingga Rp 4,5 triliun.

Pembiayaan pembangunan Suramadu 55 persen ditanggung pemerintah dan 45 persen sisanya pinjaman dari China. Dari total biaya pembangunan Suramadu sebesar Rp 4,5 triliun, sekitar Rp 2,1 triliun di antaranya berutang kepada China. Mahalnya pemikiran dan biaya pembangunan Suramadu diharapkan mampu menumbuhkan geliat ekonomi Tanah Air, terutama Jawa Timur. (kompas)

( lagi lagi ) Helicopter kita jatuh

June 8, 2009 2 comments
BANDUNG, KOMPAS.com – PT Dirgantara Indonesia menunggu permintaan TNI untuk melakukan pemeriksaan terhadap helikopter Bolkow-105 yang jatuh di Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Kepala Humas PTDI Rokhendi ketika dihubungi, Senin (8/6) membenarkan pesawat Bolkow-105 merupakan buatan PTDI.

Meski dugaan kecelakaan helikopter itu akibat cuaca buruk di kawasan Cianjur Selatan, namun PTDI menurut Rokhendi menyiapkan tim untuk melakukan investigasi secara menyeluruh bila ada permintaan dari pihak TNI.

“Bila heli itu Bolkow-105 buatan PTDI. Hingga petang ini kami belum mendapat permintaan pemeriksaan pesawat dari pihak TNI sebagai pengguna pesawat itu,” kata Rokhendi.

Menurut Rokhendi, pihaknya tidak bisa begitu saja masuk melakukan pemeriksaan pesawat itu karena statusnya helikopter itu milik TNI.

“Kami punya LO di TNI, namun hingga petang ini belum kontak ke PTDI,” katanya.
Ia menyebutkan, pesawat Bolkow atau NBO-105 merupakan helikopter ukuran sedang yang cocok untuk mendukung operasi di medan berbukit-bukit.

Produksi Bolkow 105 sudah dihentikan karena lisensi dari Messershcmitt Bolkow Blohm (BMM) yang diperoleh PTDI telah habis.

“Sejak tahun 1976 hingga 2009, TNI banyak menggunakan heli ini, termasuk 25 diantaranya dioperasikan oleh TNI-AD,” kata Rokhendi.

(dikutip dari kompas)

Categories: berita dalam negeri

Daftar kecelakaan udara sepanjang 2009

May 30, 2009 2 comments
Kecelakaan moda transportasi udara (pesawat dan helicopter) beruntun terjadi di Indonesia 2009 ini, melibatkan operator sipil maupun militer, cukup di sayangkan hal hal tersebut terjadi berulang kali yang membuktikan buruknya kualitas keamanan penerbangan kita, sebetulnya Pesawat merupakan moda transportasi yang sangat sangat safety, hanya saja perlu pengawasan ketat dan pemeliharaan secara berkala sehingga pesawat bisa terbang dengan aman. berikut saya kutip beberapa kejadian kecelakaan transportasi udara kita yang diambil dari sumber Kompas, semoga saja daftar daftar tersebut tidak bertambah panjang dan bisa dijadikan pelajaran bagi semua pihak yang berkecimpung di dunia penerbangan baik operator maupun regulator, karena ini bukan saja menyangkut nyawa manusia, baik penumpang atau mungkin manusia yang berada di daratan yang mungkin saja tertimpa pesawat.

16 Januari 2009
Merpati Nusantara Airlines jenis Boeing 737-400 jurusan Makassar-Timika pecah ban di Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.
Tidak ada korban jiwa.

29 Januari 2009
Helikopter Super Puma milik Pelita Air Service terguling saat hendak melakukan persiapan terbang untuk uji coba di Lapangan Terbang Pondok Cabe.
Korban tewas: Dua mekanik Pelita Air Service.

23 Februari 2009
Pesawat Lion Air jenis MD 90 bernomor penerbangan JT 972 mendarat darurat di Bandara Hang Nadim, Batam, tanpa roda depan. Badan depan pesawat hanya tersungkur di ujung landasan karena roda depan tidak bisa dikeluarkan.
Tidak ada korban jiwa.

7 Maret 2009
Helikopter latih Pusdik Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) jenis Hughes C300 HL 4098 jatuh di tengah tambak di Kelurahan Tugurejo, Tugu, Semarang, Jawa Tengah.
Tidak ada korban jiwa.



9 Maret 2009
Pesawat jenis Mc-Douglas atau MD 90 milik maskapai Lion Air tergelincir di landasan pacu selatan Bandara Internasional Soekarno-Hatta saat sedang mendarat.
Tidak ada korban jiwa.

23 Maret 2009
Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 039 mendarat darurat di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, karena mesin pesawat sebelah kiri mati. Pesawat terbang dari Tanjung Pinang dengan tujuan Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Tidak ada korban jiwa.

30 Maret 2009
Pesawat Batavia Air jurusan Jakarta-Surabaya mendarat darurat di Bandar Udara Ahmad Yani Semarang. karena mesin pesawat bagian kiri mati.
Tidak ada korban jiwa.


6 April 2009
Pesawat TNI AU jenis Fokker F-27 Troopship nomor registrasi A-2703 jatuh dan terbakar di Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat.
Korban tewas: 6 awak pesawat dan 18 prajurit

9 April 2009
Pesawat Aviastar jatuh di kawasan Pegunungan Tengah, Wamena, kabupaten Jayawijaya, Papua.
Korban tewas: 6 orang

17 April 2009
Pesawat Mimika Air milik Pemerintah Kabupaten Mimika yang mengangkut logistik pemilu dari llaga, ibu kota Kabupaten Puncak, menuju Mulia, ibu kota Kabupaten Puncak Jaya, jatuh di Gunung Gergaji, Puncak Jaya, Papua.
Korban tewas: 11 orang

26 April 2009
Satu helikopter Bell 206 yang dioperasikan PT National Utility Hellicopter (NUH) jatuh di perairan Selat Makassar.
Tidak ada korban jiwa.

28 April 2009
Pesawat latih TNI Angkatan Laut jenis TB-10 Tobago mendarat darurat di tengah muara Sungai Silandak, Kota Semarang, Jawa Tengah. Mesin pesawat mati di ketinggian 1.000 kaki atau sekitar 330 meter.
Tidak ada korban jiwa.

30 April 2009
Sebuah pesawat latih Donner milik Pusat Latihan Penerbangan Curug jatuh di kebun bambu di Blok Empang, Kampung Cibunar, Desa Tenjo, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor.
Koban tewas: 1 orang



11 Mei 2009
Empat roda belakang pesawat Hercules 130 B milik TNI Angkatan Udara terlepas dan terpental hingga menghantam seorang warga dan satu rumah di dekat Bandara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua.
Tidak ada korban jiwa.


20 Mei 2009
Sebuah pesawat angkut jenis C-130 Hercules Alpha 1325 jatuh dan terbakar di Desa Geplak Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada Rabu pagi pukul 06.30 WIB.
Korban jiwa 98 orang (kompas.com 20 Mei 2009 pukul 16.00 WIB)

Categories: berita dalam negeri

Lagi Lagi Pesawat Kita Jatuh

May 21, 2009 7 comments
Lagi lagi TNI berduka, sebuah pesawat Hercules C-130 dengan nomer penerbangan A 1325 jatuh di Magetan di desa Geplak. Berbagai pihak mulai saling tuding dan mempertanyakan mengapa hal ini sampai terjadi hingga membawa korban jiwa sebanyak 98 orang. Belum hilang dari ingatan bagaimana pesawat Fokker 27 milik TNI AU juga mengalami kecelakaan di Bandung dan juga kecelakaan Hercules di wamena yang mengalami lepas ban walaupun tidak mengalami korban jiwa. Sejatinya pesawat apapun jenis nya hanya dibedakan menjadi 2 klasifikasi, yaitu Laik terbang dan tidak, se uzur uzur nya sebuah pesawat terbang tetaplah laik terbang bila selalu dilakukan maintenence secara berkala dan ditingkatkan kemampuannya (repowering), tercatat belum ada negara di dunia ini yang mempensiunkan Hercules nya, itu artinya pesawat jenis ini memang masih handal di gunakan dengan syarat perawatan yang baik.


Hercules C-130 merupakan pesawat buatan Lockhead yang terbilang tangguh, dibuat untuk keperluan angkut militer, dan bisa pula untuk evakuasi dan bahkan berkemampuan Attack seperti pada jenis Spectre (AC-47 Spooky Gunship) jadi memang pesawat ini begitu serba guna hingga masih dipertahankan bahkan oleh negara pabrikan nya sendiri, Amerika, walaupun sekarang sudah hadir pesawat angkut raksasa penerus nya semacam Globemaster. Hercules mampu mendarat pada area yang tidak dipersiapkan dan tidak memerlukan runaway yang panjang.
Kecelakaan di Magetan kemaren (20 mei 2009) sontak menimbulkan reaksi, anggaran belanja militer di jadikan alasan kuat mengapa sering terjadinya kecelakaan pesawat militer beberapa kurun waktu ini. Anggaran militer Indonesia merupakan anggaran terkecil bila dibandingkan dengan negara negara ASEAN lainnya seperti Singapura dan Malaysia bahkan pihak kementrian Pertahanan kita mengakuinya, padahal indonesia merupakan sebuah negara besar yang memerlukan military support demi menjaga keamanan, coba teman teman bandingkan dengan negara sekecil Singapura dan Malaysia yang luasan teritorinya sekecil itu. Apakah bangsa kita mengabaikan masalah keamanan negara? Betulkah kalau kita kekurangan biaya untuk menyediakan anggaran pertahanan? Presiden SBY dalam komentarnya mengatakan kalau memang ada pembatasan anggaran pertahanan namun bukan berarti mengabaikan safety, pembatasan hanya di tujukan kepada pembelian Alutsista baru. Hal ini berarti ada kemungkinan kita akan terus mempertahankan Alutsista lawas hingga beberapa waktu kedepan, sedangkan dari Pesawat terbang yang ada seperti Hercules hanya tersisa 9 Unit dan hanya separoh nya yang laik terbang! Itu baru dari jenis Hercules, belum dari jenis pesawat tempur lainnya seperti F-16, F-5, A-4 Skyhawk, Fokker, dan Heli Heli lain nya. Apakah negeri kita yang kaya raya ini tak sanggup membeli Alutsista modern? Bandingkan dengan India yang begitu ‘Wah’ Alutsista nya, yang seolah sangat gatal ingin selalu membeli pesawat dari sumber mana pun ( Amerika, Russia dan Eropa), Lihat saja daftar pesawat yang mereka miliki seperti MIG 29, Sukhoi, Mirage dll yang jumlahnya ber Skuadron – skuadron, apakah itu semua ada hubungan nya dengan panasnya hubungan luar negeri India dengan Pakistan? Apa Indonesia harus berselisih paham dahulu dengan negara tetangga baru kita sadar akan keperluan pertahanan?. Bagaimana pun semakin lama sebuah Alutsista akan mengalami penurunan daya tangkal(detterence effect).

Pada beberapa kasus kecelakaan pesawat di indonesia memang investigasinya terkesan di tutup tutupi oleh pihak berwenang dengan alasan hasil final penyelidikan merupakan sebuah dokumen penting yang mana pihak masyarakat terlalu awam untuk mengetahui dan lebih mudah mengatakan sebuah kecelakaan sebagai sebuah Human error dan Kesalahan Cuaca, kenapa rakyat sebagai pembayar pajak untuk pembelian Alutsista tidak diberikan akses langsung pertanggung jawaban pemerintah terhadap sebuah kasus jatuhnya pesawat? Di Amerika, sebuah pesawat yang jatuh akan dibuatkan laporan pertanggung jawaban kepada pembayar pajak (Masyarakat). Apa negara kita terlalu takut untuk jujur mengakui kelalaian nya?

Sontak saja kejadian ini menjadi komoditas politik yang menggiurkan. Secara tersirat terlihat kalau kubu Capres yang akan bersaing di Pemilu Presiden mendatang saling berargumen, Jusuf kalla langsung mengeluarkan statemen kalau ini semua dikarenakan kurangnya anggaran pertahanan, dan berjanji bilamana dia naik menjadi presiden akan melakukan penambahan anggaran militer nya. Saya harap ini bukan sekedar omong kosong, kita berharap bersama siapapun pemimpin nya nanti bisa lebih memperhatinkan anggaran militer dan kesejahteraan tentara tentara kita. Anggaran militer kita yang tidak pernah lebih dari 1% itu ada baiknya di perhatikan kembali, memang agak susah kita di Indonesia ini, bisa saja pada saat kita menaikkan anggaran di protes pihak tertentu dengan mengatakan kepentingan kesejahteraan rakyat belum sepenuhnya terpenuhi. Itu benar, apapun demi kesejahteraan rakyat selalu harus di utamakan, yang salah adalah pemimpin yang memakan uang rakyat!, uang uang yang di rampok para koruptor tersebut jumlahnya sangat banyak dan cukup untuk dianggarkan buat kebutuhan militer dan juga lainnya. Mari belajar dari pelajaran, karena semua itu menyangkut Eksis nya sebuah negara, saya pribadi merindukan keadaan pada sekitar tahun 60-an yang mana Alutsista kita begitu banyak dan terhitung baru ( dari Russia/ Soviet) sehingga membawa negara kita menjadi negara yang paling di segani di Asia dengan armada pesawat tempur yang begitu banyak! TNI AU waktu itu (AURI) begitu di manja oleh Presiden Soekarno dengan berlimpah pesawat blok timur sehingga dijuluki “TNI AU adalah anak emas Presiden”, namun apa yang terjadi sekarang? Seperti nya negara kita sekarang lebih meng anak emas kan Koruptor sehingga bisa mencuri uang rakyat dengan bebas di negeri ini !

Categories: berita dalam negeri