Home > Opini > Prita Mulyasari, Koin dan Jiwa Sosial Bangsa

Prita Mulyasari, Koin dan Jiwa Sosial Bangsa

Pengumpulan koin untuk penggalangan dana untuk Prita Mulyasari telah membuktikan sebuah perlawanan untuk sebuah ketidakadilan sebuah sistem hukum. sampai hari ini konon uang receh yang terkumpul telah melampaui denda yang dikenakan oleh RS.Omni International sebanyak 500juta, sedangkan denda yang di bebankan oleh RS.Omni sebesar 204 Juta Rupiah. menarik sekali kalau saya amati kegiatan pengumpulan uang receh tersebut, Tua, muda, kaya, miskin, sampai anak kecil pun ikutan nyumbang buat penggalangan dana tersebut. Mengapa uang receh (baca;koin), Yup uang receh merupakan simbol kesederhanaan atau bahkan beberapa level masyarakat mengartikan nya sebagai duit nya orang miskin, sebagai contoh seorang pengamen selalu menerima recehan dari tiap orang yang di datangi nya, itu membuktikan level bawah selalu menganggap receh demi receh merupakan duit yang masih sangat berharga untuk di cari, selain itu koin receh relatif selalu ada di kantong tiap orang.

Kejadian penggalangan dana ini tentu saja kita pandang sebagai sisi positif bangsa ini sesuai dengan adat ketimuran yang konon suka saling bantu, dengan membantu kita bisa saling meringankan beban orang lain, terutama dalam konteks ini adalah Prita Mulyasari. Namun ada satu hal yang ingin saya tekankan disini dalam hal saling membantu tadi, tahukah kita semua kalau di Indonesia ini banyak Prita Prita lain nya? bahkan mungkin lebih menderita dari Prita. Prita memiliki sebuah rumah yang nyaman, kerja disebuah Bank yang ternama dan juga memiliki sebuah mobil (dalam hal ini saya bukan mengenyampingkan posisi Prita sebagai orang yang tidak perlu dibantu), namun saya ingatkan sekali lagi kalau kita semua ingin membantu sesamanya janganlah berhenti sampai di Prita saja. Penggalangan dana untuk prita sendiri gembar gembor nya sampai ke dunia maya dan juga situs jejaring social facebook (yang juga lagi trend) maka jangan sampai trend Penggalangan dana yang berangkat dari sebuah jejaring Facebook itu berhenti sampai kasus Prita saja. Teman teman ingat kasus Nenek Minah yang tersangkut “pencurian” 3 biji kakao? nenek itu berjuang di pengadilan tanpa seorang pun pengacara disamping nya. So..kemana sifat ketimuran yang saling membantu seperti yang saya sebutkan diatas? kenapa bila seorang artis terkait masalah, buru buru pengacara kondang ternama pasang badan jadi pengacara nya? Jangan sampai kita semua terjebak oleh trend semata, bagaimana pun juga kalau teman teman semua mau membantu jangan lantas karena itu sebuah trend besar dan bila tidak mengikuti trend itu anda akan di bilang Katrok (apalagi sampai dibuatkan sebuah grup khusus di jejaring yang sedang trend sekarang, Facebook) atau lain nya, ini masalah keadilan..mereka mereka tersebut merupakan korban ketidakadilan yang sama sama harus dibela bersama. Bukankah membantu tidak selalu dengan uang?

Saya menyambut baik akan hadirnya sebuah gerakan moral tersebut, dengan berharap bukan [lagi lagi] sebuah trend yang seharusnya di ikuti. Tahukah anda kalau saudara kita di Yahukimo kelaparan? Tahukah kita kalau banyak bayi balita dan anak anak busung lapar di NTT? semoga tulisan ini bisa menjadi renungan bersama, sudah sampai mana kita membantu orang orang yang tertimpa kesusahan, sebelumnya saya mohon maaf kalau ada kata kata yang kurang berkenan.

Categories: Opini
  1. KucingTengil
    December 11, 2009 at 7:27 pm

    aduhhh duhhh tu para hakim menilai keadilan dari apa ya??? yg ngerugiin negara nyolong uang rakyat di hukum beberapa bulan aja, ngebunuh jaksa agung dihukum 9 bulan juga (ngelirik Tommy Suharto). Coba rakyat kecil, dah dirugiin eh masih dikenai denda 200 juta. parah parah parah.. btw katanya ada salah satu parpol yg bantu prita, ga dengan receh. tapi langsung duit 100 juta😛. katanya ada parpol lainnya yg bakal bantu juga. Syukur deh. entah ikhlas nololmh atau cari muka, ga peduli, yg penting si prita terbantu hehehehehbtw mengenai nenek minah, kok ga ada pengacara dari LSm atau pengacara dari negara ya? biasanya kan ada dari LSM dan dari negara kalo terdakwa dari orang miskin ga mampu byr pengacara.apa skrg dah ga ada lagi pengacara yg bersedia masuk LSM atau dari dinanungi dari fasilitas negara ya? soalnya kan gajinya kecil … aduhhhh hilangnya idealisme praktisi hukum karena materi T____T

  2. RifkyPanzer™
    December 11, 2009 at 7:44 pm

    @Kucing, yah gitulah, ada yg aneh di negeri ini sist.inti tulisan aku diatas hanya ingin, gerakan moral penggalangan koin jangan hanya berhenti sampai di kasus Prita saja, banyak orang tidak beruntung baik dalam hukum, ekonomi, dan kesehatan diluar sana yang butuh bantuan…

  3. Marbidin
    December 11, 2009 at 10:18 pm

    Saia ada ide "Koin untuk Blog RifkyPanzer™" mau klik ads disini g ada, jadi bantu sundul aja gan.. up….up….!!

  4. RifkyPanzer™
    December 11, 2009 at 10:33 pm

    @marbidin, wah beri koin ke yang lain saja,masih banyak yang lebih membutuhkan..celengan saya masih terisi koin kok cukup buat makan 2 bulan hehehehe

  5. Asep sukarman punya blog
    December 11, 2009 at 11:11 pm

    saya ga habis fikir melihat berita tentang Prita Mulyasari. namun yang saya rasakan ALLAH SWT tuk kesekian kali menunjukan kebesarannya atas hukum yang ada di negri ini. "seorang wanita luar biasa yang mendapat perlindungan dari ALLAH SWT"

  6. RifkyPanzer™
    December 11, 2009 at 11:31 pm

    @asep. bisa jadi Prita akan jadi simbol perlawanan atas ketidakadilan di negeri ini, dan akhirnya muncul banyak kasus serupa yang di ekspose ke media.

  7. prafangga
    December 12, 2009 at 7:21 am

    hukum dah buta kali yach, g bisa membedakan mana curhat mana menjelekkan nama. mana maling mana koruptor,prihatin dengan kebutaan hukum.Rakyat bicara baru hukum Berdamai selalu begitu

  8. kelirirenk
    December 12, 2009 at 1:19 pm

    Salut…Ternyata dengan recehan kita bisa melawan ketertindasan.Terima kasih telah mengingatkan kita untuk peduli kepada sesama yang tertindas… semoga kita mendukung tidak hanya "Prita" saja… juga Nenek Minah, Yahukimo, balita dan anak busung lapar di NTT, dan yang lainnya

  9. arkasala
    December 14, 2009 at 7:11 am

    tatanan hukum dan keadilan di negeri ini memang masih banyak kekurangan dan menyedihkan sekali.

  10. rismahutabarat
    December 14, 2009 at 1:57 pm

    Kasus Prita jadi sorotan adalah karena peran besar media, khususnya dunia maya. Wajar saja, karena kasusnya berkaitan dengan aktivitas dunia maya juga. Prita terjerat kasus karena menyampaikan keluhan atas pelayanan jasa yang didapatkannya melalui media internet. Komunitas dunia maya mendukungnya dengan alasan kedekatan dan demi meyakinkan kalau apa yang dialami Prita ini tidak dialami pelaku dunia maya manapun lagi di masa datang. Dukungan yang besar inilah yang melahirkan pemberitaan yang besar-besaran pula. Malah ide pembentukan posko peduli Prita awalnya muncul dari komunitas blogger sendiri. Selanjutnya, masyarakat melihat dan mulai tertarik mengikuti jalan kasusnya. Efeknya? Seperti bola salju. Semakin bergulir semakin besar.Untuk kasus nenek yang mencuri kakao itu bisa dikatakan tidak menyangkut dunia maya. Makanya mungkin kurang mendapat perhatian dari jaringan blogger ataupun facebookers. Dan seharusnya, komunitas dunia maya mulai memperluas perhatiannya. Tidak hanya mendukung kasus-kasus yang dianggap "mencederai" hak menyampaikan pendapat di internet saja. Tapi juga mencermati kasus-kasus kemanusiaan lainnya, seperti kelaparan dan human trafficking.Komunitas dunia maya telah menunjukkan "apa yang mereka punya" untuk mendukung Prita dan berhasil. RS Omni sudah menarik tuntutannya dan membebaskan Prita dari kewajiban membayar penalti. Saya yakin, kekuatan ini juga bisa digunakan untuk membantu Nenek Minah ataupun saudara-saudara di Yukihimo.Maaf, bang Rifku. Jadi kepanjangan nih :)SalamRisma

  11. RifkyPanzer™
    December 14, 2009 at 3:06 pm

    Saya setuju banget dengan risma..saya suka komen anda.jadikanlah internet sebagai pendobrak untuk merobohkan sistem yg tidak adil ini

  12. Abang Affan
    December 15, 2009 at 3:15 am

    Sangat wajar Oom kalo manusia bakal ngelawan jika kepentingannya terusik, kurang peka terhadap lingkungan… (termasuk Gw… wkwkwwk)Andai Nenek Minah melek internet,,,Andai nenek Minah Punya Bebe…Dia pasti bakal tulis Status…"saya Di zolimi…"tapi ini kasus bener2 bikin gw sedih oom, bayangin aja,,, internet, NewMedia yang selama ini gw anggep satu-satunya tempat kita bersuara lantang tanpa takut di serang, ternyata masih bisa di jamah sama hukum…padahal kan sekarang lagi rame ramenya kebebasan pendapat, knapa ga keluarin hak jawab aja itu Omni… berita di counter sama berita… itu baru asiiikk… kayak selebritis yang lagi cerai deh ntar… kalo kata Brader Napoleon Bonaparte, "Pena lebih tajam daripada ujung bayonet."… jangankan sistem oom. kebudayaan aja bisa berubah gara2 media… (sok banget yak…)(sekali lagi saya mohon maaf kalo komen nya ngawur, tolong jangan tuntut saya… tapi sumpah deh oom, ga ada niatan buat nyepam… gw nyasar kesini gara2 oom rifki ketawa-tawa di shoutBox gw… hehehhe)Salam Mampiirr…Pir..

  13. rachmat
    December 15, 2009 at 6:47 am

    dukung ibu prita, keadilan bukan cuma milik yg berkantong tebal tapi rakyat jelata juga ^_^

  14. ajrajr
    December 16, 2009 at 7:05 am

    waah bertanda bagus ini bahwa kini people power sudah tidak lagi bisa diremehkan keberadaannya

  15. tomi
    December 17, 2009 at 2:49 am

    sudah layak dan sepantasnya kita mendukung prita.. karena memang beliau tdk bersalah… saatnya rakyat biasa maju ke depan dan didengarkan oleh para atasan yang ok pintarhehehe

  16. rantz
    December 17, 2009 at 12:20 pm

    hanya karena menjaga nama baik malah jadi khasus yang panjang sperti ini,. btw sisa uang nya yg banya itu di gunain buat ap ya,.

  17. DeNi
    December 19, 2009 at 10:15 am

    kalo prita dengan koin.. Luna Maya pake apa ya?😀

  18. RifkyMedia™
    December 19, 2009 at 11:02 am

    @affan. oke aku juga setuju sama kamu, memang selama ini perlawanan cedenrung berpindah ke dunia maya, saya takut uu IT di plintir untuk membatasi gerak perlawanan ketidakadilan ini. sekali lagi kita sebagai yg melek internet mari kita galang bantuan buat siapa saja yg kurang beruntung dinegeri ini, tidak hanya prita ( ini yang aku tekankan di postingan ku..terlalu banyak orang yg ga beruntung di muka bumi indonesia ini..semoga kita bisa jadi pioner buat penggalangan dana buat kasus2 lain yg sampai saat ini belum terjamah bantuan..yah saudara saudara kita yg kelaparan kudu dibantu juga kan? oke makasih komen nya ya bang affan yg celana nya selalu longgar, hahahaha

  19. aan
    December 19, 2009 at 4:17 pm

    smoga kasus ini bisa menjadi pelajaran kita semua,khususnya buat para penegak hukum ( hakim,jaksa dll ) jangan hanya melihatpersoalan hukumdari yuridis formalnya aja,tapi rasa "keadilan dan keberpihakan kepada yang lemah "

  20. dadangsupriadi
    December 22, 2009 at 10:22 pm

    Semoga Jiwa sosial ini menjadi budaya bangsa Indonesia

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: