Home > berita dalam negeri > Lagi Lagi Pesawat Kita Jatuh

Lagi Lagi Pesawat Kita Jatuh

Lagi lagi TNI berduka, sebuah pesawat Hercules C-130 dengan nomer penerbangan A 1325 jatuh di Magetan di desa Geplak. Berbagai pihak mulai saling tuding dan mempertanyakan mengapa hal ini sampai terjadi hingga membawa korban jiwa sebanyak 98 orang. Belum hilang dari ingatan bagaimana pesawat Fokker 27 milik TNI AU juga mengalami kecelakaan di Bandung dan juga kecelakaan Hercules di wamena yang mengalami lepas ban walaupun tidak mengalami korban jiwa. Sejatinya pesawat apapun jenis nya hanya dibedakan menjadi 2 klasifikasi, yaitu Laik terbang dan tidak, se uzur uzur nya sebuah pesawat terbang tetaplah laik terbang bila selalu dilakukan maintenence secara berkala dan ditingkatkan kemampuannya (repowering), tercatat belum ada negara di dunia ini yang mempensiunkan Hercules nya, itu artinya pesawat jenis ini memang masih handal di gunakan dengan syarat perawatan yang baik.

Hercules C-130 merupakan pesawat buatan Lockhead yang terbilang tangguh, dibuat untuk keperluan angkut militer, dan bisa pula untuk evakuasi dan bahkan berkemampuan Attack seperti pada jenis Spectre (AC-47 Spooky Gunship) jadi memang pesawat ini begitu serba guna hingga masih dipertahankan bahkan oleh negara pabrikan nya sendiri, Amerika, walaupun sekarang sudah hadir pesawat angkut raksasa penerus nya semacam Globemaster. Hercules mampu mendarat pada area yang tidak dipersiapkan dan tidak memerlukan runaway yang panjang.
Kecelakaan di Magetan kemaren (20 mei 2009) sontak menimbulkan reaksi, anggaran belanja militer di jadikan alasan kuat mengapa sering terjadinya kecelakaan pesawat militer beberapa kurun waktu ini. Anggaran militer Indonesia merupakan anggaran terkecil bila dibandingkan dengan negara negara ASEAN lainnya seperti Singapura dan Malaysia bahkan pihak kementrian Pertahanan kita mengakuinya, padahal indonesia merupakan sebuah negara besar yang memerlukan military support demi menjaga keamanan, coba teman teman bandingkan dengan negara sekecil Singapura dan Malaysia yang luasan teritorinya sekecil itu. Apakah bangsa kita mengabaikan masalah keamanan negara? Betulkah kalau kita kekurangan biaya untuk menyediakan anggaran pertahanan? Presiden SBY dalam komentarnya mengatakan kalau memang ada pembatasan anggaran pertahanan namun bukan berarti mengabaikan safety, pembatasan hanya di tujukan kepada pembelian Alutsista baru. Hal ini berarti ada kemungkinan kita akan terus mempertahankan Alutsista lawas hingga beberapa waktu kedepan, sedangkan dari Pesawat terbang yang ada seperti Hercules hanya tersisa 9 Unit dan hanya separoh nya yang laik terbang! Itu baru dari jenis Hercules, belum dari jenis pesawat tempur lainnya seperti F-16, F-5, A-4 Skyhawk, Fokker, dan Heli Heli lain nya. Apakah negeri kita yang kaya raya ini tak sanggup membeli Alutsista modern? Bandingkan dengan India yang begitu ‘Wah’ Alutsista nya, yang seolah sangat gatal ingin selalu membeli pesawat dari sumber mana pun ( Amerika, Russia dan Eropa), Lihat saja daftar pesawat yang mereka miliki seperti MIG 29, Sukhoi, Mirage dll yang jumlahnya ber Skuadron – skuadron, apakah itu semua ada hubungan nya dengan panasnya hubungan luar negeri India dengan Pakistan? Apa Indonesia harus berselisih paham dahulu dengan negara tetangga baru kita sadar akan keperluan pertahanan?. Bagaimana pun semakin lama sebuah Alutsista akan mengalami penurunan daya tangkal(detterence effect).

Pada beberapa kasus kecelakaan pesawat di indonesia memang investigasinya terkesan di tutup tutupi oleh pihak berwenang dengan alasan hasil final penyelidikan merupakan sebuah dokumen penting yang mana pihak masyarakat terlalu awam untuk mengetahui dan lebih mudah mengatakan sebuah kecelakaan sebagai sebuah Human error dan Kesalahan Cuaca, kenapa rakyat sebagai pembayar pajak untuk pembelian Alutsista tidak diberikan akses langsung pertanggung jawaban pemerintah terhadap sebuah kasus jatuhnya pesawat? Di Amerika, sebuah pesawat yang jatuh akan dibuatkan laporan pertanggung jawaban kepada pembayar pajak (Masyarakat). Apa negara kita terlalu takut untuk jujur mengakui kelalaian nya?


Sontak saja kejadian ini menjadi komoditas politik yang menggiurkan. Secara tersirat terlihat kalau kubu Capres yang akan bersaing di Pemilu Presiden mendatang saling berargumen, Jusuf kalla langsung mengeluarkan statemen kalau ini semua dikarenakan kurangnya anggaran pertahanan, dan berjanji bilamana dia naik menjadi presiden akan melakukan penambahan anggaran militer nya. Saya harap ini bukan sekedar omong kosong, kita berharap bersama siapapun pemimpin nya nanti bisa lebih memperhatinkan anggaran militer dan kesejahteraan tentara tentara kita. Anggaran militer kita yang tidak pernah lebih dari 1% itu ada baiknya di perhatikan kembali, memang agak susah kita di Indonesia ini, bisa saja pada saat kita menaikkan anggaran di protes pihak tertentu dengan mengatakan kepentingan kesejahteraan rakyat belum sepenuhnya terpenuhi. Itu benar, apapun demi kesejahteraan rakyat selalu harus di utamakan, yang salah adalah pemimpin yang memakan uang rakyat!, uang uang yang di rampok para koruptor tersebut jumlahnya sangat banyak dan cukup untuk dianggarkan buat kebutuhan militer dan juga lainnya. Mari belajar dari pelajaran, karena semua itu menyangkut Eksis nya sebuah negara, saya pribadi merindukan keadaan pada sekitar tahun 60-an yang mana Alutsista kita begitu banyak dan terhitung baru ( dari Russia/ Soviet) sehingga membawa negara kita menjadi negara yang paling di segani di Asia dengan armada pesawat tempur yang begitu banyak! TNI AU waktu itu (AURI) begitu di manja oleh Presiden Soekarno dengan berlimpah pesawat blok timur sehingga dijuluki “TNI AU adalah anak emas Presiden”, namun apa yang terjadi sekarang? Seperti nya negara kita sekarang lebih meng anak emas kan Koruptor sehingga bisa mencuri uang rakyat dengan bebas di negeri ini !

Categories: berita dalam negeri
  1. mamo
    May 22, 2009 at 10:38 am

    pesawat yang suda uzur lebih baik di museumkan kalo seperti ini , kasihan anak cucu kita tak dapat menikmati pesawat tersebutdi sebabkan pesawat tersebut ‘punah’

  2. mamo
    May 22, 2009 at 10:39 am

    mamo said le

  3. ishida
    May 25, 2009 at 1:20 pm

    aaaaaaaaaaaaaaa

  4. sosialnet
    June 8, 2009 at 12:33 pm

    Klo anggaran militer sedikit, ntr klo perang lawan malaysia, bisa terancam kalah. TNI dan Pemerinta h harus memperhatikan pertahanan biarpun anggaran kurang, Pertahanan RI harus kuat.http://sosialnet.blogspot.comhttp://statcivil.blogspot.com

  5. Fans Club Artis Indonesia
    November 20, 2009 at 4:10 am

    Indonesia maunya cuma uang aja, perawatan kurang!

  6. Anonymous
    January 13, 2010 at 11:36 am

    (disconnectted)…ada guyonan para anggota TNI AU om….kita seperti arisan nyawa. Nunggu giliran. Tragis om…kehilangan banyak perwira percuma tanpa perang

  7. September 14, 2014 at 11:37 am

    Excellent way of telling, and nice piece of writing to obtain information regarding my presentation topic, which i am going
    to present in school.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: