Home > berita dalam negeri, politik > Pemilu Sudah Dekat

Pemilu Sudah Dekat

Pemilu Sudah Dekat

Genderang kampanye menyongsong pemilu sudah di tabuh beberapa waktu lalu, Partai partai mulai mencari simpati golongan pemilih di masyarakat.Banyaknya partai yang meramaikan pemilu tahun ini membuat saya bertanya tanya, apakah semua rakyat pemilih sudah familiar dengan partai partai tersebut satu persatu.mengingat banyaknya kesamaan logo dan ideologi partai yang pasti membuat pemilih bingung, terutama dari kalangan pemilih grassroot atau kalangan bawah.Memang demokrasi sedang berkembang di negeri ini, di era Soeharto, partai yang ada hanyalah 3 partai (PPP, Golkar dan PDI), untuk pemilih pada masa itu memingat dan memahami ideoloi sebuah partai masih sangat mudah, namun yang terjadi belakangan ini, partai partai bermunculan bak jamur di musim hujan.

Dari pengamatan saya pribadi ada 3 benang merah yang saya lihat dari partai partai baru tersebut, yaitu:

  1. Partai baru yang muncul dengan wajah wajah orang lama ( kutu loncat dari partai lama), yang menganggap partai lama mereka sudah tak sejalan dengan pemikiran atau mungkin tak mendapat jabatan di partai lama mereka.

  2. Partai baru yang muncul dengan wajah wajah baru dengan orang orang yang masih fresh dan mencoba terjun ke dunia politik mencari peruntungan dalam pesta demokrasi ini.

  3. Partai Pecahan dengan nama yang hampir sama yang terpecah akibat crash politik dalam induk partai mereka, saya ambil contoh PDIP.

Itu baru sebagian analisa mengenai asas ideologi dan orang orang yang duduk di partai, belum mengenai beberapa kesamaan bentuk logo terkait bentuk logo, gambar dan warna yang begitu banyak kesamaan nya. Coba bayangkan ada berapa partai yang memakai lambang banteng? Ada berapa partai yang memakai lambang bulan sabit?. Semua itu pasti bisa saja dijawab oleh kader kader partai terkait dengan mudah dalam menjelaskan makna dari logo logo tersebut, namun bagaimana aplikasinya di masyarakat, terutama pemilih yang berada di pedesaan yang notabene tak tahu menahu akan makna apa dan segala tetek bengek partai tersebut. Maka akhirnya rakyat menjadi komiditi politik.Yang mereka inginkan hanya kesejahteraan, kemapanan dan ketentraman hidup dengan kebutuhan yang terjangkau!. Giatnya partai partai memasyarakatkan logo logo partai mereka ke masyarakat membuktikan bahwa sebagai partai baru mereka masih belum dikenal di masyarakat umum.Seringkali pada praktiknya, masyarakat hanya di kenalkan dengan identitas logo, seperti “coblos moncongnya”, “coblos Ka’bahnya”, dan lain sebagainya. Dengan demikian masyakarat hanya diberikan gambaran visual logo untuk mendulang coblosan pada partai mereka saja, mengenai asas partai masyarakat banyak yang tidak tahu!itulah kenyataan nya!

Dengan tulisan ini saya ingin anda anda semua pemilih senior atau pemilih baru untuk faham betul betul mengenai bebet, bibit, bobot sebuah partai, bukan hanya termakan kader yang berkampanye dengan hanya mengajak mencoblos logo saja, lebih dari itu masyarakat di tuntut lebih aktif untuk mengetahui latar belakang partai beserta ideologi apa yang di bawanya dan tentunya siapa wakil yang akan mereka ajukan untuk dipilih duduk di kursi dewan.mengingat banyaknya partai partai yang merasa tak pede dan untuk menaikkan jumlah pemilih mereka dengan memasang artis dan selebriti untuk menjadi wakil mereka di parlemen. Dan dari situ pula bisa terjadi kecemburuan dari kader partai yang sudah lama mengabdi sehingga mungkin saja mereka akan cabut keluar partai dan mendirikan partai tandingan,akhirnya ada lagi partai baru. Begitulah politik, rakyat tetap jadi komoditas menarik yang harus mereka raup saat masa kampanye ini.Gunakan mata dan hati untuk memilih. Wassalam (pz)
Yang mau Download Profil Partai partai silahkan disini:

  1. Blurain
    January 25, 2009 at 8:43 am

    Aku pertamax gak Oom? hehehehe …Oom … jadi inget kemaren pas nonton acara di TV kalo gak salah Kontes DeParPol … para kandidatnya saling promosi partai mereka masing2, sampe mulut berbusa2 … hehehehe … koq gak malu ya … ??Oom … bagaimana ya , kalo umpama anggota dewan digaji setara UMR , kira2 masih semangat mencalonkan diri gak yah ??? Trus , gimana ya , kalo seandainya di Indonesia diberlakukan hukum gantung/pancung buat oknum2 yang melakukan KKN & money politics ?Kira2 mereka masih berani gak mencalonkan diri ? Secara khan menjadi anggota hewan tuh bisa di manfaatkan buat cari duit … money n pus** oriented lebih jelasnya … (setelah liat kasus2 beberapa anggota DPR kemaren.)* jadi emosi oom … maap …

  2. Rifky Panzer
    January 25, 2009 at 9:26 am

    Terima kasih atas comment nya,semoga masyarakat kita lebih dewasa dan tak hanya memilih seorang berdasarkan ketenaran untuk duduk di parlemen

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: